Tak Akan Pernah Siap

Aura rumah pasca bapak mertua meninggal, masih lumayan gloomy. Ada bagian yang terasa kosong, dan seterusnya mungkin akan kosong karena bapak yang terbiasa ngisi. Saya sendiri, kadang masih suka ngelamun dan berandai-andai kalau melihat satu spot rumah, dimana bapak terbiasa ada disana dulu…

Continue reading Tak Akan Pernah Siap

Belajar Merencanakan Sekedarnya

Sebenarnya kalau mau disadari, hidup kita itu dinamis sekali. Hal-hal yang kita pikir repetitif, berulang gitu-gitu aja, kalau mau kita telisik setiap detailnya ternyata ya ada saja perubahan kecil yang kadang luput dari perhatian kita.

Continue reading Belajar Merencanakan Sekedarnya

Pesan yang Gak Sampai (-Sampai Amat)

Kenyang ya kita tuh denger kalimat, “aku marah karena sayang sama kamu..” dengan nada ya marah. Yuk boleh ngacung, siapa yang khatam dari kecil denger begini dari orang-orang terdekat? biasanya orangtua, terus dibenarkan sama sekitar kita. Padahal, kalo marah kadang lupa sama rasa sayang. Kalo sayang, bisa loh ngomongnya gak pake marah.

Continue reading Pesan yang Gak Sampai (-Sampai Amat)

Operasi Caesar dan 4 Tahun Setelahnya

Empat tahun lalu, melahirkan Visha dengan cara Sectio Caesar (SC) adalah sesuatu yang tidak pernah saya persiapkan sebelumnya. Karena ikut satu grup pro-normal, bayangan saya ya saya akan melahirkan normal dong. Sebisa mungkin saya jaga makanan saya, saya jaga pula berat badan saya dan janin, kemudian saya juga aktif bergerak.

Continue reading Operasi Caesar dan 4 Tahun Setelahnya

My 2020 in Story

Capek ya kalau membahas tahun 2020 ini. Normalnya hanya di 2 bulan pertama, begitu masuk bulan ke-3 rasanya langsung upside-down, live in roller coaster mentally. Awal-awal pandemi, adaptasinya susah banget. Serba takut, serba gak tenang, serba asam lambung apalagi April sempet sakit bergantian sampai suami diswab segala. Tapi ternyata, ada beberapa hal baru yang bisa dilakukan tahun ini ya walau banyak day dreamin’nya.

Continue reading My 2020 in Story

Membesarkan Anak itu..

If we want to think about how we promote healthy development in young children, if our primary interest is in their social development, or their emotional well-being, or their language, or their cognition, how they think, you have to take into account all of those different functions at the same time because the brain is not separating them. You cannot separate cognition and language from social and emotional development. – Early Childhood Development for Sustainable Development.

Hampir selesai beresin kursus ECD ini, membuat mata saya terbuka lebar selebar-lebarnya how clueless sometimes (or often) being parent. Baca kutipan diatas saja, rasanya menghela nafas. Berbagai aspek kompleks tumbuh kembang anak ternyata tidak bisa dipisahkan.

Kemampuan kognitif anak tidak hanya butuh asupan nutrisi makro dan mikro, tapi juga stimulasi. Dalam stimulasi juga menggali aspek sosial dan emosional. Dan kesemuaan aspek itu butuh ilmu, perhatian dan konsistensi.

Continue reading Membesarkan Anak itu..